Tidak Ada Obat untuk Depresi. Kenali 7 Tanda Anda Sedang Depresi!

Talita Zahrah

Zere Media Contributor about Lifestyles | Half Engineer | Social Media Enthusiast | Founder of Depok Menulis (Writing Community) | Co-Founder of Beauty Picnic (Women Community)

Ilustrasi. (Foto:Pixabay)

Kehidupan serba cepat masa kini sangat potensial memunculkan depresi bagi semua orang.

Aktivitas yang padat dapat mengorbankan kesehatan, baik fisik atau mental. Kalau fisik kita sakit, bisa lebih cepat terlihat mata. Tapi mental yang sakit, jarang disadari.

Karena itu banyak orang yang tak menyadari dirinya tengah depresi.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-V (DSM-V), diagnosis depresi dapat diberikan hanya melalui pemeriksaan oleh profesional, seperti psikolog ataupun psikiater.

Namun, tanda jika sedang mengalami depresi dapat diketahui setidaknya dari tujuh gejala berikut selama dua minggu berturut-turut.

Kehilangan minat untuk beraktivitas

Seseorang yang mengalami depresi akan merasa tidak berenergi, sehingga tidak memiliki minat untuk melakukan aktifitas apapun.

Biasanya ia akan meninggalkan aktivitas rutin. Perasaan kosong yang berkepanjangan juga dapat menjadi pemicu terus menarik diri dari untuk bersosialisasi. Akibatnya, keinginan untuk menutup diri menjadi lebih besar.

Sulit tidur dan malas makan 

Hidup tidak lagi penting jika seseorang sedang mengalami depresi.

Tidak ingin makan dan tidur pun dapat menjadi salah satu tanda. Pada akhirnya, berat badan pun dapat menurun drastis dan kesehatan fisik juga mulai terganggu.

Konsentrasi menurun

Dengan keadaan fisik yang terus menurun, otomatis daya konsentrasi juga menurun. Orang yang depresi umumnya sulit fokus, apalagi jika diajak bicara.

Mudah marah

Seseorang yang mengalami depresi terus merasa dalam keadaan yang marah. Bentuk kemarahan ini disalurkan dalam beragam tindakan untuk mengorbankan hidup.

Misalnya, konsumsi minuman keras, berkendara saat mabuk, atau tindakan percobaan bunuh diri lainnya.

Merasa tidak berharga

Orang depresi cenderung merasa bersalah dan tidak berguna. Karena itu ia cenderung akan melakukan segalanya sesuai keinginannya sendiri.

Seseorang yang depresi cenderung tidak peduli dengan keselamatannya, dan tidak peduli pula dengan pendapat dari orang lain.

Rasa kosong yang mendalam

Kesedihan dan kehampaan menjadi rasa yang dominan saat dialami seseorang yang mengalami depresi. Buruknya, apapun yang dilakukan terasa tak mengisi jiwa.

Berpikir tentang kematian atau mencoba bunuh diri

Hidup tidak lagi berharga, amarah yang tak kunjung usai, serta rasa hampa yang mendalam, dapat menuntun penderitanya untuk berpikir tentang kematian.

Pilihan untuk bunuh diri dengan harapan dapat mengakhiri penderitaan pun dapat terjadi. Bagi orang depresi, bunuh diri dianggap sebagai penyelesaian paling mudah dan cepat, untuk mengakhiri rasa sakit yang mendalam.

Jadi, apabila Anda mengenali tujuh tanda di atas pada diri atau kerabat Anda, hubungi tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Editor: Sica Harum

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.