Montessori di Rumah, Akrabkan Anak dengan Sayur dan Buah

sicaharum

Managing Editor, dapat dihubungi di redaksi@zeremedia.com

Banyak ibu gundah saat anak tercinta tak doyan sayur dan buah. Apalagi, dalam fase tumbuh kembang, anak membutuhkan asupan nutrisi seimbang.

“Kali ini kami mengajak para ibu untuk sama-sama belajar mengenalkan sayur dan buah kepada anak dengan cara menyenangkan,” ujar Ciptadi Putra, Senior Marketing Associate HappyFresh Indonesia, saat membuka acara #HappyMeetUp di Twin House, Jakarta Selatan, Minggu (27/8).

Lala Ilhamsyah, pendiri Komunitas Masakecil.id bersama Ciptadi Putra, Senior Marketing Associate HappyFresh Indonesia, saat acara #HappyMeetUp di Twin House, Jakarta Selatan, Minggu (27/8).

#HappyMeetUp merupakan signature event HappyFresh Indonesia untuk merangkul komunitas-komunitas di Jakarta dan sekitarnya.  #HappyMeetUp kali ini bertemakan “Practical Life & Sensory Play Date Mengenal Sayur dan Buah”. Sebagai pembicara ialah Lala Ilhamsyah, Founder Komunitas MasaKecil.id, yang juga sedang mendalami metode pendidikan Montessori.

“Metode pendidikan Montessori ini dapat diterapkan untuk mengenalkan sayur dan buah untuk anak,” ujar Lala.

Dalam #HappyMeetUp, para ibu tak hanya belajar tips mengenalkan sayur dan buah ala Montessori tapi juga mengikuti playdate yang seru.

Seorang batita bermain belanja sayur saat playdate #HappyMeetUp di Twin House, Jakarta Selatan, Minggu (27/8). . Mereka membawa uang mainan dan tas belanja, membeli sayur, buah, roti, dan telur, lalu berpura-pura membayarnya di kasir.

Di awal playdate, Lala menceritakan manfaat masing-masing buah dan sayur. Kemudian, anak-anak ditemani para ibu, seolah-olah berbelanja sayur dan buah di pasar buatan, lengkap dengan uang mainan dan kasir. Semua sayur dan buah disajikan dalam bentuk asli, demikian juga roti, keju, dan telur.

“Ini untuk mengajak anak mengetahui bentuk asal sayur dan buah. Mengenal wortel, timun, sawi dalam bentuk asli. Jadi anak tak hanya kenal bentuk wortel potongan,” ujar Lala.

Kegiatan berbelanja itu, disebut Lala, juga merupakan aktivitas pre-math yang baik untuk anak-anak. Meski mereka belum mengenal nilai uang dan belum belajar berhitung, kegiatan berbelanja mengasah sense berhitung pada anak.

Kegiatan membuat snack sehat bersama, bermanfaat mengenalkan anak pada sayur dan buah sekaligus meningkatkan minat makan mereka. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara #HappyMeetUp di Twin House, Jakarta Selatan, Minggu (27/8).

Usai berbelanja, anak-anak diajak membuat snack sehat sendiri, yaitu burger dan sate buah.   Kegiatan yang dilakukan bersama-sama ini juga membuat semangat anak-anak. “Ada sense of comunal. Kalau di rumah, kan biasanya sendirian. Jadi kalau bareng-bareng lebih seru,” kata Lala.

Lala menyarankan agar para ibu dapat mempraktikkan kegiatan playdate saat #HappyMeetUp di rumah.  Ibu juga dapat mengoptimalkan semua barang kebutuhan sehari-hari yang ada di rumah, sebagai alat belajar yang menyenangkan bagi anak. Terutama di area practical life, sensorial music and movement.

“Gunakan pisau plastik, lalu ajak anak memotong buah yang dagingnya lunak, seperti pisang. Ini melatih fokus dan pre-writing,” jelas Lala.

Tentu saja para ibu harus menyediakan waktu untuk kegiatan bersama anak, mulai dari menari bersama anak, hingga berkegiatan sehari-sehari seperti menyiapkan makanan untuk keluarga. Selain membangun dasar perkembangan intelektual anak, kegiatan tersebut juga memperkuat bonding antara ibu dan anak.

Para peserta #HappyMeetUp berfoto bersama di Twin House, Jakarta Selatan, Minggu (27/8).

“Kami mendukung para ibu untuk lebih optimal berinteraksi dengan anak. Dengan HappyFresh, para ibu bisa punya lebih banyak waktu untuk anak,” tegas Ciptadi Putra, Senior Marketing Associate HappyFresh Indonesia.

Aplikasi HappyFresh ialah penyedia layanan belanja kebutuhan sehari-hari secara online berbasis aplikasi dan website. Dengan begitu para ibu akan lebih mudah berbelanja tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.