Mengajak Kartini Masa Kini Cerdas Berinvestasi

Jakarta – Perempuan masa kini bebas beraktivitas, tidak lagi terbelenggu seperti di masa kecil Ibu Kartini. Perempuan tidak hanya harus cantik dalam merawat diri, tetapi juga harus pandai dalam mengelola keuangan. Seorang perempuan adalah menteri keuangan di rumah tangganya. Sehebat apapun seorang perempuan berkarier atau membangun usaha, dia juga harus hebat mengelola keuangan keluarganya.

Inilah ilmu yang bisa didapat para perempuan di acara Kartini Expo yang diadakan PT. Bursa Efek Indonesia (BEI). Kartini Expo yang turut memeriahkan Hari Kartini yang jatuh pada bulan April in, akan diadakan selama tiga hari, yaitu pada Jumat sampai Minggu, 21-23 April 2017 di Main Hall BEI.

Kartini Expo 2017 mengangkat konsep Perempuan Cerdas Investasi (beauty, smart, independent & investing). Sejumlah acaranya dikemas secara menarik untuk menghilangkan paradigma bahwa berinvestasi itu sulit.

Akan ada 30 booth yang akan diisi oleh perusahaan sekuritas, manajer investasi, Self Regulating Organization (SRO), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pendukung pameran lainnya. Berbeda dengan acara ekspo lain, kali ini selain talkshow investasi, ada pula acara fashion show, beauty class dan hiburan musik yang menarik untuk diikuti para Kartini masa kini. Sebagai rangkaian kegiatan menuju Kartini Expo 2017 BEI juga menyelenggarakan sekolah pasar modal khusus untuk Female Bikers. Kartini Expo akan dihadiri sekitar 500 peserta dari kalangan calon investor (profesional, ibu rumah tangga dan entrepreneur), investor pasar modal, pelaku pasar modal, mahasiswa, masyarakat umum, dan media.

Sesi fashion show akan diisi oleh MAPI (PT Mitra Adi Perkasa Tbk), dan beauty class dipersembahkan oleh Mandom Indonesia. Ada pula sesi yoga yang diadakan pada Minggu pagi yang bertujuan mengajak kaum perempuan modern menjaga kecantikan dan kebugaran. Sementara sesi talkshow financial mengangkat tema “Kartini Masa Kini: Penampilan Stylish, Isi Dompet Tak Kalah Stylish” oleh Nurfitriavi Noeriman dari Tatadana Consulting dan Widi Mulia.  Talkshow sesi hari kedua, “Perempuan sebagai Menteri Keuangan di Rumah” oleh Fioney Sofyan* dan Bunga Mega. Sebagai penutup, pada hari ketiga ada talkshow finansial “Ibu Hebat, Ibu Cerdas Keuangan” oleh Farah Dini Novita dan Andra Alodita.

Sejumlah emiten (badan usaha yang menerbitkan surat berharga) ikut terlibat memaparkan kinerja keuangan dan prospek saham masing-masing sebagai dasar investor untuk mengambil keputusan berinvestasi. Melalui Kartini Expo ini, diharapkan BEI dapat memperkenalkan perusahaan produk investasinya sudah digunakan perempuan dan sahamnya dapat dibeli oleh masyarakat. Kartini Expo juga diharapkan mendorong peningkatan awareness dan ketertarikan masyarakat umum mengenai pasar modal dan investasi di pasar modal, khususnya bagi para perempuan. Sehingga edukasi tersebut memunculkan keinginan untuk menjadikan investasi sebagai kebutuhan di zaman modern ini.

Hasilnya, jumlah investor baru dan investor aktif di pasar modal pun diharapkan akan terus bertambah. BEI berusaha untuk terus menyebarkan semangat berinvestasi di pasar modal Indonesia ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum perempuan. Data indeks literasi dan inklusi keuangan di pasar modal Indonesia masih kecil, yaitu sebesar 4,4% dan 1,25%. Nilai tersebut jauh lebih rendah dari indeks literasi dan inklusi di perbankan. Namun sudah ada kenaikan dibanding tahun 2013 yang hanya mencapai angka 3,79% dan 0,11%.

Sementara berdasarkan gender, literasi keuangan laki-laki sebesar 25% dan perempuan masih berkisar di angka 19%. Hal ini menunjukkan pemahaman para perempuan terhadap produk keuangan (bank, asuransi, dan pasar modal) masih rendah. Padahal sebanyak 51% pengelola keuangan keluarga ada di tangan para perempuan. (TIM BEI)

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.