Jenahara, Selalu Ada untuk Keluarga

sicaharum

Managing Editor, dapat dihubungi di redaksi@zeremedia.com

Demi anak dan keluarga, semua kesibukan selalu bisa disiasati. Seperti Jenahara, desainer fashion muslim yang percaya quality time jauh lebih menguatkan ikatan keluarga, ketimbang quantity time.

Momen puasa dan lebaran ialah salah satu periode waktu istimewa yang menguatkan kedekatan Jena ke keluarga besar, dan tentu saja, Tuhan.

Jenahara. (Foto: Dok.Pribadi)

Apa arti lebaran buat Jenahara? Apa yang paling dirindu?

Lebaran adalah waktu saya dan keluarga besar saya berkumpul. Ada beberapa keluarga yang memang hanya berjumpa setahun sekali di waktu lebaran saja. Jadi momen-momen seperti ini kami manfaatkan untuk bersilaturahmi.

Jelas yang paling dirindu adalah makanan khas lebaran. Setiap lebaran, keluarga saya akan memasak menu spesial lebaran. Ini yang bikin saya selalu kangen 🙂

Bagaimana puasa tahun ini? Apa hal-hal yang khas dari keluarga? Apa pelajaran baru yang didapat sebagai orang tua?

Saat puasa, momen khas seperti berbuka bersama keluarga, melakukan shalat tarawih bareng dan momen berpuasa adalah saat yang tepat untuk mengajarkan anak-anak saya berbagi kepada teman-teman yang tidak mampu.

Puasa tahun ini merupakan tahun pertama anak saya yang paling besar untuk melaksanakan puasa.

Saya belajar bahwa sebagai seorang ibu, kita harus bersabar dalam mendidik dan memberikan motivasi kepada anak-anak kita untuk tetap semangat dalam menjalankan puasa.

Saya juga harus mengajari dia makna dari berpuasa itu sendiri supaya dia mengerti kenapa ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan.

Bagaimana mengatur waktu dan menjaga diri dari tekanan deadline desain dan produksi, untuk musim lebaran ini?  Sementara di saat yang sama tetap sibuk berkeluarga dengan tiga anak.

Untungnya setiap Lebaran saya sudah mempersiapkan koleksi minimal enam bulan sebelumnya. Sehingga segala hal bisa dikerjakan dengan maksimal, termasuk urusan anak.

Alhamdulillah anak-anak saya sudah besar dan mereka sangat mengerti kondisi pekerjaan saya.

Buat saya menyeimbangkan waktu dan pekerjaan itu bukan masalah seberapa sering saya bertemu mereka tapi lebih terhadap quality time. Saya hanya bekerja senin-jumat. Selebihnya, adalah waktu saya dengan keluarga dan anak-anak

Bagaimana Jena menjaga perasaan cinta, dan kehangatan keluarga, ketika karier juga bergerak cepat?  

Menjaga perasaan cinta dan kehangatan keluarganya tentunya menjadi prioritas hidup saya. Di sela-sela kesibukan, saya tetap menjaga komunikasi dengan  anak-anak.

Terkadang saya menyempatkan waktu saya untuk bersama mereka hanya sekedar bertanya bagaimana kabar mereka.

Saya selalu berusaha menempatkan diri saya ke banyak hal, agar mereka bisa menganggap saya teman atau sahabat.

Saya selalu mendengarkan cerita-cerita mereka dengan temannya atau pelajarannya disekolah.

Saya mengganggap bahwa ini adalah bentuk bonding saya dan mereka, walaupun saya sibuk dan jarang di rumah, saya tetap ada buat mereka.

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.