Henry Manampiring: Berhenti Hidup dalam Asumsi

sicaharum

Managing Editor, dapat dihubungi di redaksi@zeremedia.com

Derasnya informasi dalam kehidupan manusia modern seringkali membuat kita membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kadang-kadang, hal itu menjebak kita dalam standar-standar buatan lingkungan sekitar. Apa yang kelak menjadi pendapat orang mungkin malah ditempatkan sebagai prioritas ketimbang apa yang seharusnya kita capai dan butuhkan.

“Selama ini kita banyak sih ya hidup dalam asumsi,” ujar Henry Manampiring, penulis buku The Alpha Girl’s Guide usai acara Resonation 2017 akhir April 2017 di Jakarta.

Misalnya, asumsi bahwa ibu bekerja cenderung kehabisan waktu dan energi untuk mengurus anak.  “Mestinya, uji dulu asumsi itu. Coba dulu, baru evaluasi. Mana yang bisa dijalankan, mana yang tidak.”

Istri Henry, sudah kembali bekerja begitu jatah cuti melahirkan selama tiga bulan habis terpakai. Sepulang bekerja, mereka berdua siap saling mendukung, mengasuh bayi mereka.  “Berkeluarga, membuat horison hidup saya lebih luas. Tidak melulu tentang ‘my carrier, my life’. Yang jelas, lebih tidak egois.”

Konsep kemitraan dalam rumah tangga keluarga modern, menurut Henry, tak bisa lagi berpatokan pada pembagian tanggung jawab berdasarkan gender. Bahwa lelaki harus jadi tulang punggung keluarga, dan perempuan mengurus anak-anak di rumah.

“Saya rasa, konsep itu sudah out dated.”  

Dinamika dunia usaha saat ini sudah banyak membuka peluang perempuan berkarier hingga puncak pimpinan. Berdasarkan hitungan rasional, peran ‘tulang punggung keluarga’ bisa saja dijalankan perempuan yang punya gaji dan benefit paling tinggi. “Tapi untuk menjalankannya bakal banyak tantangan.”

Tantangan pertama ialah masalah apa yang pantas dan tidak pantas di masyarakat. Seorang stay home dad bisa saja dinilai sebagai lelaki pemalas. “Dan kita memang masih banyak mendengarkan apa kata orang, jadi faktor ini harus diperhitungkan.”

Tantangan kedua, menurut Henry, ialah terkait sistem. Kebanyakan perusahaan belum menerapkan sistem benefit yang berimbang untuk lelaki dan perempuan bekerja. “Paternity leave, misalnya, belum bisa diterapkan di sini.”

Paternity leave, atau cuti bagi suami yang istrinya melahirkan, belum jamak diterapkan di Indonesia. Tahun 2016, sebuah perusahaan asuransi jaringan global mulai menerapkan cuti empat minggu untuk sang ayah.  Kebijakan itu diterapkan bertahap di kantor cabang 64 negara, termasuk di Indonesia.

Ayah di Swedia mendapatkan cuti tiga bulan.

Adapun di Swedia, para ayah mendapatkan cuti selama tiga bulan, mendampingi sang istri yang kebagian jatah cuti selama empat bulan. Masa cuti yang relatif panjang itu diyakini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi Swedia yang lebih baik. Jadi menurut saya, konsep perempuan sebagai tulang punggung keluarga itu baik-baik saja. Tapi banyak tantangan saat implementasi.”

Ignorance & Insecurity

Henry termasuk Gen-X yang dikenal di kelompok millenial, utamanya perempuan muda. Usai acara Resonation 2017 saat ia menjadi salah satu pembicara, banyak perempuan muda mengajak berfoto.  Lewat buku-bukunya, Henry termasuk vokal mengingatkan para perempuan muda untuk berkarya positif, dibumbui humor. Buku ketiganya, The Aplha’s Girl Guide merupakan respons Henry atas sebuah pertanyaan yang ia terima lewat media sosial.

“Ada yang bertanya, buat apa sekolah tinggi jika nantinya hanya akan kembali ke dapur. Buat saya, itu menyakitkan.”

Saking gemasnya, Henry mengaku ngebut menyelesaikan naskah dan diterbitkan Gagas Media, November 2015.

“Bayangkan, negara kita aman, tidak kesulitan. Sekolah sudah lebih mudah. Dan pertanyaan itu ditanyakan lewat internet,” ujarnya.

Ia juga sering kedapatan curhat: perempuan yang khawatir tidak mendapatkan lelaki pendamping juga kelewat pintar.  “Kalau itu anak perempuan saya, pasti akan saya marahi.”

Baginya, setiap manusia -perempuan dan lelaki- punya potensi yang harus dikembangkan semaksimal mungkin sebagai tanda bersyukur. Namun hidup dalam asumsi bisa membuat kita menyia-nyiakan apa yang sudah diberi Tuhan.

Ia ingat nasihat ibunya kepada kakak perempuan agar tidak mengantungkan kebahagiaan kepada lelaki.

“Kamu dapat lelaki baik itu bonus. Tapi kalau tidak, kamu harus tetap bahagia,” ujar Henry menirukan nasihat sang ibu kepada kakak perempuannya.  

Nasihat itu rupanya yang ia ingat sampai sekarang, dan selalu siap ia bagikan bagi siapa saja. Terutama untuk para perempuan muda, demi bersiap hidup menantang asumsi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.