Hati-Hati, Over Protektif bisa Membunuh Karakter Anak

sicaharum

Managing Editor, dapat dihubungi di redaksi@zeremedia.com

Wajar jika orang tua mencintai anak-anak mereka. Namun, terlalu melindungi anak pun akan berdampak negatif bagi perkembangan si anak.

Biasanya, sang ibu yang cenderung melindungi anaknya, hingga kadang terlalu berlebihan.

Dalam buku Even June Cleaver Would Forget the Juice Box yang ditulis psikolog pendidikan Ann Dunnewold Ph. D, disebutkan Helicopter Parenting dapat membunuh karakter anak.

Helicopter Parenting diartikan sebagai gaya pengasuhan orang tua yang selalu melindungi si anak dengan cara terlalu terlibat dalam kehidupan anak. Umumnya, helicopter parenting ini mengarah ke overcontrolling, overprotecting, dan overperfecting.

Yang perlu diwaspadai, umumnya si ibu tak terima jika anaknya disalahkan. Mereka kadang tak cukup sabar melihat masalah dari perspektif yang lebih netral, dan cenderung ambil sikap melindungi.

“Hal seperti ini membuat anak tidak percaya diri dalam mengambil keputusan, dan bisa berlanjut hingga dewasa,” tulis Ann.

Selain tidak percaya diri, anak akan cenderung manja, egois, dan sulit berempati.

Orang tua bisa saja tidak sadar akan pola ini. Karena biasanya, Biasanya, pola pengasuhan tersebut bersifat ‘menurun’. Orang tua yang menerima perlakukan itu cenderung akan meneruskan perilaku serupa kepada anak-anak mereka.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Tahan diri untuk tidak langsung bereaksi melindungi. Ingat satu hal, Anda bisa saja lebih dulu pergi meninggalkan dunia dan tak bisa melindungi anak lagi.

Membiarkan anak jatuh, kecewa, ataupun terluka, ialah proses membuatnya menjalani hidup dan membangun daya tahan.

“Sebagai orang tua, Anda perlu mendampingi dan mendukung. Tapi tidak selalu mencarikan solusi yang mungkin tepat pada saat itu, tapi berbahaya bagi masa depan anak,” tegas Ann.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.