Bravo Pejuang ASI!

chichi bernardus

Editor-in-Chief

Ibu dari Reginald, Jadzia, Leila dan Meira yang suka menyeduh teh dan menghidu minyak atsiri. Aktif sebagai anggota The Climate Reality Project dan Slow Food. Founder dari Wastra Carita dan Ra'Medheni Bags. Guru Yoga untuk anak ini pernah menjadi pemimpin redaksi Majalah Fit, Women's Health Indonesia, Men's Health Indonesia dan Marketplus.co.id. Bersama Bunga Mega, Chichi mendirikan komunitas Mamaboss Indonesia.

Saya sedang berkantor — work-ation — bekerja sambil berlibur singkat (well not really) di Labuan Bajo saat menulis editorial ini.

Sepanjang perjalanan mengunjungi beberapa desa di NTT, saya tetap melihat kiprah perempuan yang luar biasa. Minggu saat saya berada di Labuan Bajo juga minggu di mana dilakukan imunisasi ulang untuk anak-anak Indonesia agar tak terkena Rubella dan Campak. Saya sempat diberitahu Meira, putri bungsu saya yang juga akan diimuniasi di sekolahnya.

Imunisasi adalah salah satu langkah yang diambil untuk melindungi anak dari penyakit yang membahayakan. Menyusui dengan ASI pun salah satu langkah yang dilakukan ibu untuk membekali bayi dengan kekebalan tubuh. Kita semua ibu sama, memiliki naluri untuk melindungi anak-anak, buah hati kita dari segala hal apapun yang dapat mencelakainya.

Saya ingat beberapa tahun lalu pernah berjuang mengupayakan agar teman-teman yang baru menjadi ibu baru bisa memiliki ruang untuk menyusui atau memerah ASI nya. Rasanya puas sekali ketika usulan itu diterima, walau ruang ASI nya sangatlah sederhana. Sebagai ibu dari 4 anak, saya tahu menyusui dengan ASI sungguh memerlukan perjuangan.

Saya ingat bagaimana bayi-bayi saya justru menjadi pahlawan yang menyelamatkan saya dari payudara yang penuh dengan ASI di hari-hari pertama setelah melahirkan. My babies are my heroes…dan bonding di antara kami pun terjalin erat sejak saat itu.  Saya juga sempat menyumbangkan ASI untuk cucu keponakan saya dan keponakan. Putri saya Leila, juga resmi menjadi ‘anak susu’ dari adik saya, ketika stok ASI yang saya simpan di kulkas sewaktu bertugas ke Hong Kong habis.

Angkat topi juga untuk para ayah yang dengan setia menjadi ayah siaga dalam membantu ibu menjadi pejuang ASI. Indeed perlu perjuangan dan kerjasama yang kompak agar semuanya terasa lebih mudah dan menyenangkan.

 

Sampai lain kali Beautiful People…

 

Salam manis dari Labuan Bajo.

 

 

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.