Anak Produktif dengan Gadget, Bisa!

sicaharum

Managing Editor, dapat dihubungi di redaksi@zeremedia.com

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Gadget sering disebut sebagai penyebab buruknya perilaku anak, seperti mudah marah dan menjadi pemalas. Gadget juga sering dituding sebagai penyebab buruknya prestasinya di sekolah. “Kebanyakan main hp, sih.”

Apa betul begitu?

Jika mau jujur, apakah orang tua selalu menjadi lebih baik setelah memiliki handphone?

Mari berkaca.

Apakah telepon seluler (ponsel) membuat kita jadi berleha-leha membaca semua update di media sosial? Apakah kita jadi terlalu larut dalam perbincangan di media sosial dan messenger?

Jika ya, maka masalahnya bukan pada anak Anda.

Karena gadget, baik berupa ponsel atau tablet, hanyalah sebuah alat. Seperti pisau, gadget bisa bermanfaat, atau justru melukai.

“Faktor kedewasaan menggunakan ponsel itu lah yang penting,” tulis psychotherapist dan penulis buku The Self Aware Parent, Frand Walfish, Psy.D.

Perhatikan usia anak

Menurut Walfish, usia minimal anak memiliki ponsel sendiri ialah 10 tahun. Namun idealnya, anak baru boleh memiliki ponsel pada usia 12 atau 13 tahun.   

“Bahkan orang dewasa pun tak selalu dewasa dalam menggunakan ponsel,” ujarnya.  

Bill Gates, orang terkaya di dunia yang juga co-founder Microsoft terang-terangan mengaku telah melarang anak-anaknya menggunakan ponsel sebelum berusia 14 tahun.

Bagaimana dengan Anda?

Sebelum meyakinkan diri untuk memberi ponsel kepada anak, pastikan Anda memang betul-betul dapat memanfaatkan gadget untuk menjadi lebih produktif.

Dengan begitu, anak juga bisa menjadi lebih produktif dengan gadget.   

Anak-anak yang masih berusia di bawah 10 tahun, idealnya memang tidak memiliki ponsel sendiri. Namun faktanya, tidak sedikit balita yang sudah biasa memegang ponsel, dan memiliki tablet sendiri.

Apabila Anda meminjamkan ponsel kepada anak, jangan lupa untuk memasang aplikasi parental monitoring dan batasi konten yang bisa diakses oleh mereka.  

Usahakan juga untuk selalu mendampingi anak saat screen time, dan batasi waktu penggunaan ponsel di rumah.

Untuk anak-anak yang lebih besar, Anda bisa mengajaknya menjadi lebih produktif dengan gawai. Ini caranya.  

Tunjukkan sisi positif sebuah gadget

Ketika orang tua menggunakan ponsel untuk asyik stalking di media sosial, atau sekadar tertawa-tawa karena membaca jokes  yang banyak dibagikan di grup-grup messenger, maka hal itu juga yang akan terbenam dalam pikiran anak.

Anak akan berpikir bahwa ponsel ialah perangkat untuk bersosialisasi, dan bercanda semata.

Tapi ketika orang tua bisa lebih produktif dengan ponsel, misalnya, menggunakannya untuk mencatat keuangan keluarga, menghitung jarak lari saat jogging pagi, membuat video yang menarik, atau bahkan untuk mengaji, serta belanja bulanan, si anak akan belajar : ponsel tak melulu soal game dan media sosial.

Ia akan belajar bahwa gadget adalah alat untuk mempermudah kehidupan.

Yakinkan bahwa gadget tidak menjauhkan yang dekat

Ada pameo mengatakan, ponsel memang mendekatkan yang jauh tapi juga menjauhkan yang dekat.

Itu betul.

Buktinya, kita sering lihat, betapa sering sekumpulan orang ada di meja yang sama, namun asyik dengan gadget masing-masing.

Nah, jangan sampai itu terjadi di rumah Anda. Jangan sampai anak berpikir bahwa saling berdiam dan asyik dengan gadget masing-masing adalah hal yang wajar.

Tetapkan area bebas gadget di rumah Anda. Misalnya di ruang makan dan kamar tidur. Anda harus tegas dan punya komitmen tinggi untuk mematuhi hal ini.

Misalnya, Anda bisa membiasakan makan malam bersama. Selama makan bersama, abaikan semua notifikasi media sosial dan messenger.

Apabila profesi Anda mengharuskan ponsel selalu dekat dan siaga 24 jam, maka terangkan kondisi ini kepada anak-anak. Apabila bukan panggilan darurat, maka Anda harus mengabaikannya.

“Anak-anak itu meniru. Begitu saya jarang terlihat menggunakan ponsel di rumah, kecuali untuk menerima panggilan telepon, saya merasa mereka juga tidak terlalu tertarik berlama-lama dengan ponsel,” ujar Natali Dewi, penjual asuransi yang banyak memanfaatkan gadget untuk menjaring nasabah.

Putrinya sudah berusia 12 tahun. Anak keduanya baru berumur 7 tahun.

“Si kakak sekarang lagi rajin menonton video tutorial masak. Dia sudah bisa membuat  cupcake sendiri, loh,” katanya.  

 

Ilustrasi. (Foto: Shuterstock)

Libatkan anak saat menggunakan gadget

Di akhir pekan, Anda bisa mengajak anak memasak bersama. Minta anak untuk mencari video tutorial makanan favorit di Youtube.

Kemudian, Anda bisa mengajaknya memasak bersama, sambil menonton tutorial. Anak dapat diajak menyiapkan bahan, lalu bersama-sama mengolahnya.

Jika Anda berkendara, dan si anak sudah cukup dewasa untuk duduk di depan, minta ia menyetel GPS menuju tujuan.

Jika Anda memiliki aplikasi keuangan harian, minta anak mencatat apa saja pengeluaran keluarga hari itu.

Jika Anda butuh berbelanja, ajak anak menggunakan aplikasi belanja online di ponsel Misalnya, dengan menggunakan aplikasi HappyFresh.

Aplikasi yang user friendly ini memang mudah digunakan, termasuk jika digunakan anak. Berikan catatan belanja Anda, lalu dampingi anak memilih sayur, buah, daging, juga kebutuhan bulanan. 

Sudah punya? Jika belum, Anda bisa mengunduhnya di link ini.

Sebagai imbalan, beri hadiah pada anak untuk memilih snack favoritnya melalui aplikasi tersebut.  

Beri tantangan

Manusia pada dasarnya menyukai permainan yang menantang. Game Pokemon misalnya, pernah sukses mengajak anak-anak di seluruh dunia berlari -lari di luar rumah.

Kita pun bisa memberi tantangan kepada anak untuk mengoptimalkan gadget.

Misalnya, tantang anak untuk membuat video blog (vlog) tentang hewan peliharaan mereka.

Atau ajak anak membuat proyek kreatif, misalnya mendesain baju sendiri. Ajak ia mendokumentasikannya dengan menggunakan ponsel.  

Seru kan?

Sebab gadget bukan untuk dimusuhi. Sikap kita lah yang menjadikan gadget bermanfaat, atau justru melukai.

Yuk jadi orang tua yang dewasa menggunakan gadget, agar anak tetap menjalani fase perkembangan yang menyenangkan.

Selamat hari anak nasional.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.